Syarat membuat surat pindah domisili

Surat pindah domisili biasanya diperlukan ketika seseorang akan pindah tempat tinggal. Ada beberapa alasan yang mendasari seseorang pindah tempat tinggal, salah satunya karena pindah tempat bekerja.

Pembuatan surat pindah domisili kini semakin mudah dilakukan. Bila kamu sedang berencana pindah tempat tinggal, kamu bisa mengikuti langkah-langkah di bawah ini untuk membuat surat pindah domisili.

1. Syarat membuat surat pindah domisili

Agar bisa membuat surat pindah domisili, ada beberapa persyaratan yang perlu kamu persiapkan.

  • Pastikan kamu sudah mempunyai alamat tujuan pindah.
  • Siapkan Kartu Keluarga (KK) asli dan fotokopi.
  • Kamu juga harus menyiapkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli dan fotokopi.
  • Siapkan Surat Keterangan Pindah.
  • Siapkan pas foto 3 – 5 lembar ukuran 3×4.

2. Cara membuat surat pindah domisili

Berikut adalah cara mengurus pindah domisili keluar Kota/Kabupaten atau Provinsi.

  • Datang ke Dinas Dukcapil asal dengan membawa fotokopi Kartu Keluarga (KK).
  • Isi formulir di Dinas Dukcapil.
  • Dinas Dukcapil akan menerbitkan SKP (Surat Keterangan Pindah).
  • Membawa SKP, KK, KTP asli ke Dinas Dukcapil tujuan Dinas.
  • Dukcapil tujuan akan menerbitkan E-KTP dan KK baru.

3. Fungsi surat pindah domisili

Selain untuk keperluan administrasi kependudukan, data domisili terbaru juga memiliki beberapa fungsi, misalnya:

  • Pendataan pemilu.
  • Pembuatan akta kelahiran.
  • Pengurusan pernikahan.
  • Proses jual beli rumah.
  • Urusan dengan perbankan.
  • Urusan legal lainnya.

Cara Membuat Surat Keterangan Bebas Narkoba untuk Melamar Kerja

Ketika hendak melamar pekerjaan di sebuah perusahaan biasanya ada beberapa berkas persyaratan yang perlu disiapkan. Satu diantaranya adalah surat keterangan bebas narkoba.

Kamu tidak perlu merasa panik atau merasa tertuduh saat pihak perusahaan meminta mu membawa surat tersebut. Umumnya, surat ini ditujukan sebagai bentuk informasi yang menyatakan jika calon karyawan tidak pernah terkontaminasi dengan narkotika dan obat-obat adiktif lainnya.

Aturan ini bahkan tertuang dalam Peraturan Menteri (Permen) Nomor : PER. 11 /MEN/VI/2005 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif Lainnya di Tempat Kerja.

Lalu bagaimana cara membuat surat keterangan bebas narkoba? dan berapa biaya yang dibutuhkan? Simak ulasan di bawah ya!

1. Membuat surat keterangan bebas narkoba di Polri

Jika ingin membuat surat keterangan bebas narkona (SKBN) di kantor polisi terdekat, kamu perlu menyiapkan beberapa persyaratan di bawah ini.

  • Surat pengantar dari kelurahan.
  • Fotokopi kartu keluarga (KK) 1 lembar.
  • Fotokopi KTP 2 lembar.
  • Fotokopi akta kelahiran 1 lembar.
  • Pas foto 4×6 2 lembar (background atau latar bebas).
  • Selanjutnya, serahkan persyaratan tersebut kepada petugas di loket SKBN dan ikuti prosedur yang diberitahukan.

Petugas dari divisi reserse narkoba akan mengambil sampel tes urine.
Hasil tes urine biasanya akan keluar sekitar 30 menit kemudian.
Bila hasil tes urine menunjukkan negatif penggunaan narkoba, petugas akan mengeluarkan surat keterangan bebas narkoba dengan cap kepolisian.

2. Membuat surat keterangan bebas narkoba di fasilitas kesehatan

Bila kamu ingin membuat surat keterangan bebas narkoba di fasilitas kesehatan terdekat, berikut merupakan berkas-berkas yang harus kamu bawa.

  • Pas foto berukuran 4×6 sebanyak 2 lembar.
  • Membawa KTP asli.
  • Mengambil dan mengisi formulir pendaftaran.
  • Menyelesaikan biaya administrasi uji laboratorium.
  • Mengambil sampel urine, lalu diberikan kepada pihak penguji lab.
  • Tunggu kurang lebih 30 menit untuk mendapatkan hasilnya.
  • Sebelum melakukan uji surat bebas narkoba, beberapa rumah sakit biasanya akan menyarankan untuk berpuasa selama 12 jam. Puasa dilakukan di malam hari hingga keesokan harinya sebelum tes dilaksanakan.

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.