Tips Membangun Pagar Rumah yang Nyaman: Lokasi Turut Tentukan Desain

Pagar rumah bukan komponen pelengkap hunian. Namun tetap harus dipersiapkan matang-matang dalam membangunnya. Sebab, selain untuk melindungi hunian dari gangguan luar, juga wajib memperhatikan lingkungan sekitar.

Sebenarnya tidak ada patokan baku tentang tinggi pagar rumah. Hanya saja, pagar rumah didesain bukan hanya sekadar melengkapi estetika sebuah hunian. Tapi juga menyesuaikan lokasi rumah tersebut berada di mana.

Dari rangkuman Jawa Pos Radar Solo, perlu perhatikan tips ini dalam membangun pagar. Misalnya, sebuah rumah berdiri di sudut belokan. Maka pembangunan pagar yang tepat adalah pagar yang bisa dilihat oleh pengguna jalan. Agar tidak membahayakan lingkungan sekitar.

Artinya, pembangunan pagar dilarang terlalu tinggi. Sehingga membuat pengguna jalan tidak bisa melihat kondisi jalanan. Tinggi pagar semestinya menyesuaikan lingkungan tinggal sekaligus kebutuhan penghuni rumah. Agar memberikan keamanan dan kenyamanan berbagai pihak.

Biasanya, lingkungan sekitar tempat tinggal punya aturan khusus soal tinggi pagar rumah. Tujuannya, untuk etika hidup bertetangga yang baik dan menyenangkan. Jika hunian berada di klaster perumahan, penggunaan pagar yang tinggi dianggap pemilik rumahnya tidak ramah. Ini bertentangan dengan konsep kenyamanan yang ditawarkan.

Jadi, lebih baik konsultasikan terlebih dahulu rencana pembangunan pagar rumah bersama tetangga. Agar tetap bisa membaur dengan lingkungan sekitar. Beda cerita jika hunian terletak di pinggir jalan raya. Butuh pagar yang tinggi untuk memberikan rasa aman bagi pemilik rumah. Juga mengurangi suara bising kendaraan yang melintasi jalan raya.

Selama ini, salah kaprah masyarakat adalah menganggap pagar rumah bukan termasuk bagian dari sebuah hunian itu. Padahal, membangun pagar harus dimulai sejak awal merencanakan pembangunan rumah. Alias satu kesatuan. Jadi tidak ada yang namanya memasang pagar saat rumah sudah terbangun.

Lalu, berapa tinggi pagar yang ideal digunakan? Pagar rendah sekitar 1,5 meter sudah cukup menjaga privasi penghuni rumah. Atau gunakan pagar setinggi orang dewasa sekitar 1,8 meter. Namun jangan lupa tambahkan tanaman penghias untuk memberikan kesan natural dan menghindari pagar seperti benteng. Khusus rumah di pinggir jalan raya, bisa gunakan pagar setinggi 2 meter untuk keamanan.

Tips Simpan Makanan di Wadah Plastik Agar Tetap Segar dan Awet

Tren menyimpan bahan makanan di dalam wadah plastik yang terdiri dari toples, tempat makan, atau tumbler, kini semakin banyak dimanfaatkan para ibu rumah tangga. Tujuannya untuk membuat bahan lebih awet, tahan lama, dan segar.

Penyimpanan makanan kering akan terjaga kerenyahannya karena tutupnya yang ketat udara, penyimpanan bahan makanan dalam kulkas untuk fridge dan freezer, wadah di lemari dapur (kitchen organizer). Berbagai bahan makanan mentah atau matang umumnya tak langsung habis saat dimasak atau diolah. Maka wadah dari plastik bermanfaat untuk menyimpan makanan dan bahan makanan agar tak terbuang sia-sia.

Akan tetapi syarat menyimpan bahan makanan di wadah plastik juga harus memilih bahan yang berkualitas. Salah satunya harus BPA Free. Apa itu?

“Harus free BPA atau Bisphenol A atau yang biasa disingkat dengan BPA,” kata Nurlaila Hidayaty dari Moorlife Indonesia CMN (Creative Mega Network) dalam Menebar Kebaikan Lokal Bersama Moorlife kepada wartawan baru-baru ini.

Untuk menyimpan makanan di dalam wadah plastik, ada kiat khususnya. Apa saja?

1. Bahan Harus Lebih Tebal

Pilihlah wadah plastik yang berkualitas dengan bahan yang lebih tebal. Sehingga kerenyahan dan kesegarannya tetap terjaga.

“Kenapa harus lebih tebal? Yang namanya material plastik, plastik itu berpori beda dengan kaca. Semakin tebal semakin tahan lama utk jaga kerenyahannya. Kualitasnya akan lebih baik,” kata Nurlaila.

2. Harus Tertutup Rapat

Jika penyimpanan ingin tetap renyah, maka jangan lupa agar tutup wadah dengan posisi yang rapat. Seringkali karena terburu-buru, usai membuka wadah maka masih terbuka.

“Tutup wadah yang rapat ya. Udaranya keluarkan dulu sedikit. Kadang masih ada yg kebuka aja di sisinya. Pastikan tutup yang benar,” katanya.

3. Beda Fungsi Beda Wadah

Untuk wadah plastik yang akan disimpan di kulkas ternyata terdiri dari 2 wadah yang berbeda. Wadah plastik untuk disimpan di freezer sebaiknya menggunakan bahan yang lebih lentur. Dan wadah plastik di kulkas bagian bawah harus lebih tebal.

“Bahan untuk di atas atau freezer harus lebih lentur bahannya karena lebih membeku dan akan mengembang. Sehingga saat dikeluarkan akan lebih mudah,” jelasnya.

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.