Kolaborasi Mitra 5.0 untuk Kembangkan Talenta dan Teknologi Digital

Monash University di Indonesia bersama dengan Traveloka, melalui Traveloka Academy, telah menyelesaikan fase pertama program pengembangan kapasitas digital Mitra 5.0.

Program Mitra 5.0 diselenggarakan selama empat minggu yang dimulai dari 17 Juni 2022 dengan diikuti oleh lebih dari 60 akademisi dari berbagai universitas di Indonesia, seperti Universitas Indonesia, IPB University, Universitas Diponegoro, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Universitas Bina Nusantara, dan lainnya. Selama program, para akademisi mempelajari proses pengembangan produk dari perspektif ilmu data, teknik, desain produk digital, dan manajemen produk.

Latarbelakang program Mitra 5.0 dikembangkan berdasarkan kebutuhan talenta digital di Indonesia, yang mana di level nasional, tercatat setidaknya 50% dari tenaga kerja kita baru memiliki keterampilan digital tingkat dasar dan menengah. Sedangkan mereka dengan keterampilan digital tingkat lanjutan merepresentasikan kurang dari 1% dari angkatan kerja kita.

Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D., IPU, Asean Eng., Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI menyampaikan bahwa program ini memberikan tambahan kompetensi berbagai hal terkait teknologi informasi terkini. Melalui program Mitra 5.0 ini dapat meningkatkan kapasitas para dosen dan perguruan tinggi di dalam mengembangkan perkuliahan dengan memanfaatkan berbagai pengalaman industri. “Dengan kolaborasi pentahelix antara perguruan tinggi, industri, pemerintah, masyarakat dan media, kita harapkan akan terjadi upstreaming dan downstreaming dari riset dan pengembangan di perguruan tinggi serta pembelajaran yang terjadi di perguruan tinggi,” jelasnya..

Professor Andrew MacIntyre selaku Presiden Monash University di Indonesia mengatakan, misi atau tujuan Monash University di Indonesia adalah mendorong berbagai inisiatif berkelanjutan untuk kesuksesan Indonesia. “Mewakili Monash University di Indonesia, saya berharap program ini dapat menginspirasi dan membekali para akademisi dalam menghasilkan talenta digital yang unggul dan berkompetensi untuk memenuhi kebutuhan industri terutama industri teknologi untuk kemajuan Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga :   Optimalisasi Teknologi Digital, BRI Terus Tingkatkan Bisnis Wealth Management

Mitra 5.0 adalah program untuk pengembangan sumber daya manusia dan inovasi di bidang teknologi yang bertujuan untuk membekali akademisi di Indonesia dengan studi kasus dari industri teknologi. Selain itu, program yang memiliki misi untuk membantu mencapai target 9 uta talenta digital pada 2030 dari pemerintah, juga memberikan pengetahuan kelas dunia pada akademisi tersebut agar dunia pendidikan tetap relevan terhadap perkembangan teknologi. Program ini menjadi sangat bermanfaat bagi akademisi Indonesia khususnya yang ingin berperan aktif dan berkontribusi menjembatani kesenjangan antara kebutuhan industri teknologi dengan lulusan dari pendidikan tinggi.

Potensi valuasi ekonomi digital di Indonesia diproyeksikan mencapai Rp 4.531 triliun atau setara dengan US$ 315,5 miliar pada tahun 2030. Melihat pertumbuhan industri teknologi di Indonesia dalam satu dekade terakhir, inovasi dalam pengembangan produk digital telah meningkat dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi digital, sehingga mampu menempatkan Indonesia pada peta pasar teknologi global.

Tentu saja peluang tersebut harus didukung oleh talenta digital yang unggul, dan Indonesia sedang membutuhkan lebih banyak talenta digital, terutama untuk memenuhi misi pemerintah Indonesia dalam mencapai 9 juta talenta digital pada tahun 2030.

Ellen Tuwaidan, Chief People Officer Traveloka mengapresiasi bentuk kolaborasi Traveloka dengan Monash University di Indonesia melalui fase pertama Mitra 5.0. “Melalui Mitra 5.0, Monash University, Indonesia dan Traveloka Academy bekerja bahu-membahu untuk mendukung Pemerintah Indonesia dengan bersama-sama mengembangkan program peningkatan kapasitas untuk membekali para akademisi dalam menghasilkan talenta digital yang unggul dan berkompetensi sesuai kebutuhan industri teknologi,” jelas Ellen.

Selama empat minggu, para partisipan yang terdiri dari tenaga pengajar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dalam bidang Teknik / Ilmu Komputer / Teknologi Informasi (termasuk Data Science); Bisnis dan Ekonomi / Ilmu Sosial dan Desain telah memperoleh beberapa hasil program yang diharapkan dapat menjembatani kesenjangan antara industri teknologi dan dunia pendidikan, yang meliputi:

Baca Juga :   Meleknya Teknologi Digital Harus Sejalan dengan Kehidupan Sehari-hari

1. Telah mendapatkan gambaran bagaimana perusahaan teknologi di Indonesia seperti Traveloka bekerja dalam mengembangkan platform digital.

2. Telah dihadapkan pada pendekatan kerja kolaboratif di antara peran multi-disiplinnya dalam mengatasi berbagai ruang masalah.

3. Telah mempraktekkan pendekatan pemikiran dan desain yang lebih tangkas dan fleksibel untuk digunakan sepanjang proses pengembangan produk digital.

4. Telah mengadvokasi dalam pembentukan kurikulum, silabus, dan literasi Universitas yang menjembatani persiapan akademik dengan kebutuhan industri teknologi.

5. Telah membina komunitas praktisi untuk terus saling mengadvokasi dan mendukung satu sama lain dalam berkontribusi pada misi mempersiapkan 9 juta talenta digital.

Ova Chandra Dewi, Ketua Program Studi Perencanaan Wilayah dan Tata Kota, Fakultas Teknik Universitas Indonesia membagikan pengalamannya mengikuti program ini. “Dengan program ini, peserta sangat beragam, juga dilaksanakan secara dalam dan luar jaringan, sehingga membantu teman-teman peserta yang berada di luar Jawa. Selain itu, program sangat bersifat interdisipliner, sehingga membantu saya untuk saling belajar dari program ini, maupun dari para peserta asal universitas lain,” kata Ova.

Sementara Muhammad Junaid, Dosen Universitas Hasanuddin Makassar yang menjadi peserta Mitra 5.0 menambahkan, “Harapan saya, ada kolaborasi lanjutan dari Monash University, Indonesia, Traveloka dan Universitas Hasanuddin agar dapat memenuhi target talenta digital yang ingin dicapai Indonesia pada tahun 2030. Saya juga berharap agar komunitas peserta Mitra 5.0 dapat berkembang lagi ke depannya, sehingga dapat memberikan ilmu untuk para mahasiswa.”

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.