Strategi Memilih Saham Jelang Pembukaan BEI Usai Libur Lebaran 2026
Pengamat pasar modal Hendra Wardana memaparkan sejumlah strategi dalam memilih saham menjelang kembali dibukanya perdagangan di Bursa Efek Indonesia setelah libur panjang Hari Raya Idulfitri 2026.
Berdasarkan kalender resmi BEI, masa libur bursa dimulai pada Rabu, 18 Maret 2026. Aktivitas perdagangan saham dijadwalkan kembali berjalan pada Rabu, 25 Maret 2026 setelah rangkaian libur Nyepi dan cuti bersama Idulfitri selesai.
Menurut Hendra, beberapa sektor dinilai masih memiliki prospek menarik untuk diperhatikan investor. Di antaranya adalah sektor perbankan besar, energi, serta komoditas mineral.
Ia menjelaskan bahwa saham bank berkapitalisasi besar seperti Bank Central Asia dan Bank Mandiri tetap menjadi penopang utama likuiditas di pasar. Hal ini didukung oleh kondisi fundamental yang kuat serta pertumbuhan laba yang cenderung stabil dari waktu ke waktu.
Selain itu, sektor energi juga dinilai berpotensi memperoleh sentimen positif. Saham seperti Medco Energi Internasional diperkirakan bisa terdorong jika harga minyak dunia masih bertahan di level tinggi.
Sementara itu, pada sektor mineral, perusahaan seperti Aneka Tambang dinilai masih memiliki peluang dari meningkatnya kebutuhan logam industri, seiring dengan tren global menuju transisi energi. Jika tekanan sentimen global mulai berkurang, saham dengan fundamental solid biasanya menjadi yang pertama pulih dari sisi harga.
Kondisi Pasar Saham Indonesia Saat Ini
Hendra menilai pasar saham Indonesia tengah berada pada fase yang cukup sensitif. Sejumlah faktor global memberikan tekanan terhadap pergerakan pasar, seperti konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah, lonjakan harga energi, serta ketidakpastian arah kebijakan suku bunga oleh Ketua Federal Reserve Jerome Powell.
Tidak hanya faktor global, kondisi domestik juga turut memengaruhi sikap investor. Beberapa isu yang menjadi perhatian antara lain kebijakan fiskal pemerintah, sensitivitas ekonomi terhadap harga energi, hingga upaya pembenahan di industri pasar modal yang sempat mendapat sorotan dari MSCI terkait transparansi serta mekanisme perdagangan.
Dalam situasi tersebut, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan cenderung fluktuatif. Investor, baik dari dalam maupun luar negeri, masih menunggu kepastian arah kebijakan ekonomi serta stabilitas sektor keuangan.
Peluang Rebound IHSG Setelah Libur Lebaran
Hendra juga menilai bahwa salah satu hambatan utama bagi pemulihan IHSG saat ini adalah munculnya faktor global dan domestik secara bersamaan. Dari sisi internasional, pelaku pasar masih menunggu kepastian kebijakan suku bunga Amerika Serikat serta perkembangan konflik geopolitik yang dapat memengaruhi harga energi.
Sementara di dalam negeri, investor memperhatikan risiko fiskal, dampak kenaikan harga minyak terhadap ekonomi, serta proses pembaruan regulasi di industri pasar modal yang masih berlangsung.
Kondisi tersebut membuat sebagian investor asing memilih untuk menunda investasi hingga pasar menunjukkan stabilitas dan arah yang lebih jelas.
Meski begitu, peluang pemulihan pasar tetap terbuka setelah libur panjang Lebaran. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, pasar saham Indonesia kerap mengalami technical rebound setelah mengalami penurunan yang cukup dalam, terutama ketika tekanan global mulai mereda dan investor kembali mengoleksi saham dengan fundamental yang kuat.
Tekno Advisor | Teknologi, Hosting, Keuangan, Trading dan Forex Media Berita Teknologi, Review Smartphone, Laptop, Komputer ,Gratis Download Games, Aplikasi, Software,Video Tutorial,Tips Trik Internet Hack, Keuangan, Domain dan Hosting