Tips Merawat Tanaman Indoor agar Tetap Segar dan Tumbuh Subur

Tanaman indoor memang mampu mempercantik dan membawa pesona segar bagi ruangan. Untuk itu, saat ini ragam tanaman yang cocok untuk diletakkan di dalam ruangan sedang begitu populer dan ramai diperjual-belikan.

Memiliki tanaman indoor atau tanaman di dalam ruangan membutuhkan perawatan dan perhatian ekstra. Tak seperti tanaman outdoor, tanaman indoor bergantung hampir sepenuhnya pada ketelatenan pemiliknya dalam mengurusi hal-hal dasar seperti air, cahaya matahari, dan sebagainya.

Tak ada yang salah dengan hal ini, terlebih tanaman indoor dapat membantu meningkatkan mood saat Anda berada di dalam rumah seharian. Memiliki pemandangan hijau di dalam rumah dapat menciptakan suasana damai yang baik untuk menekan stres.

Berikut ini adalah beberapa tips merawat tanaman indoor Anda agar tetap dalam kondisi segar dan juga agar tumbuh hijau dengan sempurna

1. Gunakan Media Tanam yang Tepat

Tips merawat tanaman indoor yang pertama adalah dengan memilih media tanam yang tepat. Media tanam terbaik untuk tanaman indoor adalah tanpa tanah, yang merupakan kombinasi dari lumut gambut, vermikulit/perlit, dan kompos dengan perbandingan yang sama.

Selain itu, Anda juga harus memilih pot yang tepat untuk menanam tanaman indoor ini. Jaga juga agar tanah dalam pot tetap lembap. Penting untuk memastikan tanah tidak terlalu basah atau terlalu kering dan pastikan pot tanaman memiliki lubang drainase di bagian bawahnya.

2. Perhatikan Asupan Air

Tips merawat tanaman indoor yang kedua adalah dengan selalu memerhatikan asupan airnya. Tanaman indoor tidak ingin memiliki “kaki basah,” atau sebuah istilah yang menggambarkan akar tanaman yang tergenang air selama berhari-hari di bagian bawah pot.

Untuk menilai kebutuhan air pada tanaman dapat dilakukan dengan cara menguji beratnya. Ambil wadah tanaman dan lihat berapa beratnya; semakin ringan, maka tanaman semakin membutuhkan air. Namun perlu diperhatikan juga bahwa sebagian besar tanaman hias lebih suka berada dalam kondisi yang sedikit kering daripada basah kuyup.

Anda dapat menyiram tanaman indoor sekali atau dua kali dalam seminggu, tergantung kebutuhan si tanaman. Siramlah tanaman secara perlahan-lahan hingga air yang Anda siram meresap dan mengalir keluar dari drainese pot. Ini adalah tanda bahwa tanaman indoor Anda telah cukup mendapat asupan air.

Anda juga dapat membeli botol air spray, untuk membasahi dedaunan tanaman indoor sesekali dalam sehari agar tanaman terjaga kesegarannya secara menyeluruh.

3. Perhatikan Pencahayaan

Tips merawat tanaman indoor yang ketiga adalah dengan memerhatikan pencahayaannya. Cahaya adalah elemen yang sama pentingnya dengan air bagi tanaman. Semua tanaman membutuhkan cahaya untuk melakukan proses biologis yang diperlukan.

Meskipun semua tanaman membutuhkan cahaya untuk tumbuh, beberapa jenis tanaman membutuhkan jauh lebih sedikit cahaya daripada yang lain. Pikirkan kembali habitat asli mereka dan bayangkan semak-semak gelap tempat tanaman ini tumbuh subur. Tanaman-tanaman jenis ini menerima cahaya yang tersaring namun terus tumbuh subur.

Tanaman hias biasanya membutuhkan cahaya tinggi (enam jam atau lebih sehari), cahaya sedang (empat hingga enam jam sehari), atau cahaya rendah (kurang dari tiga jam sehari). Tanaman akan membutuhkan cahaya terang atau langsung (sinar matahari dari jendela yang menghadap ke selatan) atau cahaya tidak langsung atau disaring (sinar matahari melalui tirai atau cahaya dari bohlam).

Jika tanaman tidak mendapatkan cahaya yang mereka butuhkan, mereka tidak akan mati, tetapi akan berhenti menghasilkan pertumbuhan baru.

4. Waktu Pemupukan

Tips merawat tanaman indoor yang keempat adalah dengan memberinya pupuk dalam waktu yang tepat. Meskipun tanaman melakukan fotosintesis untuk memproses gula yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup, mereka juga membutuhkan bentuk makanan yang lebih langsung untuk melakukan proses pertumbuhan.

Memberikan pupuk untuk tanaman hias Anda akan membantu memastikan mereka tetap tumbuh subur, segar, dan sehat. Makanan ini dapat ditambahkan secara langsung melalui pupuk yang larut dalam air.

Pupuk berbentuk butiran umumnya perlu diterapkan setiap beberapa bulan sekali, sedangkan pupuk yang larut dalam air harus diterapkan setiap dua minggu atau lebih. Baca petunjuk pada pupuk tertentu untuk melihat apa yang direkomendasikan.

5. Suhu yang Tepat dan Aliran Udara yang Baik

Tips merawat tanaman indoor yang kelima adalah dengan memastikan agar tanaman mendapatkan suhu yang tepat serta aliran udara yang baik. Hampir semua tanaman hias membutuhkan suhu minimum 55ºF untuk bertahan hidup. Jauhkan tanaman dari area berangin dingin di musim dingin. Semakin hangat suhunya, semakin baik untuk tanaman indoor.

Aliran udara juga sangat penting untuk menjaga tanaman indoor agar tetap sehat. Ini dapat dengan mudah dicapai dengan menjalankan kipas di rumah untuk menjaga sirkulasi udara. Udara diam, di sisi lain, dapat menyebabkan sejumlah penyakit pada tanaman indoor. Gunakan kain untuk menyeka daun tanaman hias sesekali, untuk mencegah penumpukan putih dan lapisan debu yang dapat mempengaruhi kesehatan mereka.

Jika tanaman Anda berada di lokasi yang cerah, penting untuk memberikan rotasi atau perputaran kecil secara teratur untuk memastikan pertumbuhan yang merata. Jika Anda membayangkan “wajah” tanaman menghadap ke sumber cahaya utama, putar tanaman seperempat putaran setiap minggu untuk membantu menjamin pertumbuhan yang merata.

 

 

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.