Apa Itu Aksara Sunda? | Ada Sunda Kuno dan Baku!

Apa Itu Aksara Sunda – Kalian tahu tidak sich Sahabat jika sebetulnya aksara Sunda terdiri jadi 2 tipe yakni aksara Sunda kuno dan aksara Sunda baku.

Apa Itu Aksara Sunda?

Apa itu aksara sunda? Ada 2 tipe aksara sunda dan kuno. Aksara Sunda kuno dan aksara Sunda baku ini dapat disebutkan Sama tetapi tidak sama. Awalnya di awal tahun 2000-an warga Jawa Barat cuma mengenali satu tipe aksara dari wilayah Jawa Barat yakni aksara Sunda.

Aksara Sunda sendiri mempunyai 4 tipe aksara yakni yang pertama aksara Sunda kuno aksara Sunda cacarakan, aksara Sunda Pegon, dan aksara Sunda baku.

Untuk aksara Sunda baku ini adalah modifikasi dari aksara Sunda kuno yang telah diatur secara rapi hingga dapat digunakan untuk tuliskan bahasa Sunda sama seperti yang kita mengenal saat ini.

Lantas, apa saja modifikasi yang telah dilaksanakan? Modifikasi yang sudah dilakukan itu seperti tambahan huruf, pengurangan huruf dan peralihan bentuk huruf.

Sejarah Aksara Sunda Kuno

Aksara Sunda kuno sebagai aksara yang pertama kali ada di wilayah Jawa Barat. Di awal penemuan aksara-aksara ini ada pada prasasti prasasti seperti Astana Besar Kabupaten Ciamis Kecamatan Kawali dan prasasti Kebantenan yang ada di kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi.

Kenyataannya rupanya aksara Sunda kuno ini telah lama berubah karena ada pengembangan dari kerajaan Islam Seperti kerajaan Mataram di saat itu. Hal yang lain memengaruhi perubahan aksara kuno ini yakni itu haram anak Sunda lebih memprioritaskan budaya Jawa dibanding budaya ciri khas Jawa Barat itu sendiri.

Baca Juga :   Apa Itu Hanacaraka? Dari Sini Nama Tersebut Berasal

Hal tersebut yang menyebabkan kebudayaan Sunda jadi tergeser oleh kebudayaan Jawa. Bahkan juga cukup banyak loh sahabat ada budayawan Sunda yang memakai tulisan- tulisan Jawa dan sejenisnya.

Di awal sejarah saat Indonesia masih dijajah oleh Belanda VOC pernah membuat surat keputusan yang berisi bila aksara sah di wilayah Jawa Barat sebagai aksara latin aksara Pegon dan aksara cacarakan.

Pokoknya pada era ke-17 warga Sunda saat itu telah lupakan aksara Sunda kuno yang mana aksara Sunda kuno di saat itu tidak diberikan kembali bahkan juga bila benar ada hal itu cuma sampai di pengujung era ke-19.

Kalian dapat mendapati aksaraku ini pada naskah-naskah yang dibuat dari daun lontar seperti aksara Jawa.

Perubahan Aksara Kuno

Aksara Sunda kuno ini berkembang dengan tidak menjaga beberapa huruf dari aksara kawi. Adapun huruf aksara kawi yang telah alami kemusnahan dari aksara Sunda kuno seperti huruf vocal dan huruf konsonan.

Sejarah Aksara Sunda Baku

Awalnya aksara Sunda kuno hampir dilalaikan oleh warga dan paling akhir kelihatan sekitaran era ke-19. Selanjutnya sampai tengah era ke-20 banyak periset yang bernegara asing dan Bumiputera yang mulai mempelajari kehadiran prasasti prasasti dan naskah-naskah tua yang menggunakan aksara Sunda kuno.

Lalu masuk era ke-20 baru muncul kesadaran jika aksara Sunda sendiri adalah peninggalan budaya yang perlu dilestarikan yang mana hal itu sebagai identitas warga Sunda. Dengan begitu pemda propinsi Jawa Barat telah memutuskan Perda No. enam tahun 1996 mengenai konservasi pembimbingan dan peningkatan bahasa, sastra, dan aksara Sunda.

Selanjutnya di tahun 1997 diselenggarakan lokakarya aksara Sunda titik dari lokakarya tersebut pada akhirnya di tahun 1999 Gubernur Jawa Barat keluarkan surat keputusan Nomor 343/SK.614-Dis.PK/99. Dari hasil pembahasan lokakarya itu adalah aksara Sunda baku.

Baca Juga :   Apa Itu Aksara Jawa? | Sejarah, Media, Penggunaan dan Bentuk

Akhir Kata

Maka Apakah kalian telah paham apa itu aksara Sunda? Mudah-mudahan apa yang kami berikan di atas bisa menambahkan ilmu dan pengetahuan dan berguna untuk rekan-rekan sekaligus.

Kritikan, anjuran, jalan keluar yang membuat adalah hal yang kami perlukan supaya kami tetap meningkatkan dan membenahi kekeliruan-kesalahan yang terjadi dalam artikel yang kami catat.
Terima kasih, mudah-mudahan menolong.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.