Miliki Radar AESA dan Deretan Teknologi Canggih, KF-21 Boramae Dicap Lebih Tangguh dari F-16 dan Rafale

Uji terbang perdana pesawat KF-21 Boramae telah memberikan kebanggaan bagi Korea Selatan dan Indonesia.

Uji terbang KF-21 Boramae tersebut dilakukan setelah penundaannya dalam beberapa waktu.

Penerbangan perdana KF-21 Boramae ini berhasil mencuri perhatian banyak pihak serta pengamat dari berbagai negara.

Dilansir Defence View, produksi KF-21 Boramae di dalam negeri menjadikan Korea Selatan sebagai negara ke-8 di dunia yang berhasil mengembangkan pesawat tempur generasi 4.

Menurut pengamat, KF-21 Boramae adalah “F-35 versi Asia” karena desainnya yang sangat mirip dengan pesawat generasi kelima yang diproduksi oleh Lockheed Martin.

Perlu diketahui, radar AESA yang digunakan di KF-21 Boramae merupakan buatan lokal Korea Selatan.

Selain itu, kemampuan dari jet tempur KF-21 Boramae juga tidak sembarangan, dimana pesawat ini disebut bisa menanggung beban yang sangat besar.

Sayap jet tempur KF-21 Boramae bisa membawa beban hingga lebih dari 7 ton.

Artinya, sayap KF-21 Boramae sanggup membawa rudal dan bom.

“KF-21 Boramae, pesawat tempur buatan tangan kami sendiri, menunjukkan keagungannya di luar ruangan untuk pertama kalinya. Ini memiliki tubuh abu-abu gelap dan sayap ekor jelas terukir dengan ‘KF-21’ dalam huruf putih,” terang pihak Korea Selatan.

Keberadaan KF-21 Boramae juga menjadi tanda kemajuan industri pertahanan Korea Selatan.

“Dinamakan dengan arti menjadi pejuang domestik yang akan melindungi Semenanjung Korea di abad ke-21 serta kekuatan penting untuk melompat ke kekuatan kedirgantaraan maju di abad ke-21.

 

Nama biasa adalah ‘Bora Mae’ yang artinya adalah pesawat tempur ala Korea yang terbang dengan penuh semangat untuk pertahanan nasional yang mandiri di masa depan,” tulis Hanwha Systems.

“Boramae, seperti namanya, cepat. Ini memiliki kecepatan tertinggi 2.200 km yang merupakan 1,8 kali kecepatan suara,” imbuhnya.

“Selain itu, ia dapat membawa 7,7 ton persenjataan, memberikan mobilitas, dan kemampuan tempur di segala cuaca.

Dengan dirilisnya prototipe ‘KF-21 Boramae’, Korea Selatan dinobatkan sebagai negara yang mengembangkan pesawat tempur supersonik ke-8 di dunia,” terang Hanwha Systems.

Bekerja sama dengan National Defense Science Research Institute, Hanwha Systems berhasil mengembangkan radar AESA, electro-optical target tracking system (EO TGP) dan infrared search and tracking system (IRST).

Itu merupakan sensor inti untuk pesawat tempur KF-21 Boramae.

“Ini adalah sensor canggih yang disebut peralatan empat inti pesawat tempur dan memainkan peran penting dalam meningkatkan kemampuan deteksi omnidirectional.

Berkat ini, KF-21 Boramae mampu meningkatkan kemampuannya untuk merespons pesawat siluman generasi ke-5,” terang sumber.

“Radar AESA yang disebut ‘mata petarung’, mendeteksi target dengan menggerakkan sekitar 1.000 modul transceiver kecil secara independen,” jelas Hanwha Systems.

Laporan yang dibagikan media asing, The Diplomat, menjelaskan bahwa KF-21 Boramae lebih tangguh dari F-16 AS maupun Rafale Prancis.

“Berdasarkan penelitian yang bersumber dari publik, KF-21 disebut-sebut lebih unggul daripada pesawat tempur canggih nonsiluman kontemporer seperti F-16 AS atau Dassault Rafale Prancis,” jelas The Diplomat, 16 April 2021.

“Nilai jual Boramae mencakup jangkauan operasional yang lebih besar, kemampuan avionik dan peperangan elektronik yang lebih canggih, bersama dengan radar active electronically scaned array (AESA) buatan Korea, yang telah meningkatkan kemampuan deteksi dan pelacakan target dibandingkan teknologi radar sebelumnya, yang mengarah ke senjata yang lebih efektif, pengiriman,” imbuhnya.

Meskipun KF-21 Boramae bukan jet tempur siluman, namun dikatakan bahwa Korean Falcon itu dirancang untuk memiliki kemampuan tersebut.

“Selain itu, KF-21 dirancang untuk memiliki kemampuan siluman menghindari radar dasar yang lebih rendah dari pesawat tempur siluman seperti F-35”

“Pesanan 50 KF-21 mungkin berdampak pada keseimbangan kekuatan udara militer di masa depan di Asia Tenggara,” tulis The Diplomat.

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.