Simak Rekomendasi Saham ADRO, PTBA. ITMG, HRUM Saat Harga Batubara Masih Membara

Harga batubara global yang terus membara dan berada di dekat level US$ 400 per ton membuat sejumlah emiten batubara kian menarik. Sejumlah analis menilai, saham-saham emiten batubara masih punya daya tarik dan layak dilirik.

Berikut rekomendasi empat saham emiten tambang batubara dari sejumlah analis:

1. PT Harum Energy Tbk (HRUM)

Krisis energi yang sempat melanda India menjadi berkah bagi HRUM. Pada kuartal I-2022, HRUM mencatatkan penjualan ke India seiring pasar batubara China mengalami perlambatan. HRUM juga menjadi salah satu emiten batubara yang aktif mendiversifikasi bisnisnya ke segmen nikel. HRUM baru saja memulai produksi smelter nikel Infei Metal Industry (IMI) di tahun ini, dan bersiap untuk memulai produksi di tambang nikel PT Position (POS) di tahun depan.

Analis Sucor Sekuritas Andreas Yordan Tarigan merekomendasikan beli saham HRUM dengan target harga Rp 3.400.

2. PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO)

ADRO menargetkan angka produksi sepanjang tahun 2022 di kisaran 58 juta ton hingga 60 juta ton di tahun ini, dengan memanfaatkan peluang atas kenaikan harga batubara di pasar. ADRO punya lini bisnis yang terdiversifikasi untuk memitigasi risiko harga batubara termal. Salah satunya yakni ke segmen mineral aluminium lewat PT Adaro Aluminium Indonesia.

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Juan Harahap merekomendasikan beli saham ADRO dengan target harga Rp 3.950

3. PT Bukit Asam Tbk (PTBA)

PTBA menetapkan target produksi dan penjualan masing-masing di level 36,4 juta ton dan 37,1 juta ton batubara tahun ini. Emiten pelat merah ini juga punya sejumlah proyek pengembangan usaha, seperti proyek PLTU Sumsel-8, proyek PLTS Bali-Mandara, serta angkutan batu bara Tanjung Enim – Perajen dan Tanjung Enim – Kramasan

Baca Juga :   Rekomendasi Saham Hari ini, Ada BRI dan BCA

Analis Panin Sekuritas Felix Darmawan merekomendasikan beli saham PTBA dengan target harga Rp 4.600

4. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)

ITMG menargetkan angka produksi yang cenderung flat sepanjang tahun 2022, yakni masing-masing di kisaran 17,5 juta ton hingga 18,8 juta ton untuk produksi dan target penjualan sebesar 20,5 juta ton hingga 21,5 juta ton. Target yang cenderung stagnan ini tidak terlepas dari penutupan tambang Kitadin Embalut dan Tandung Mayang, seiring dengan berakhirnya kontrak penambangan pada Februari kemarin.

Analis DBS Vickers Sekuritas Indonesia William Simadiputra merekomendasikan beli saham ITMG dengan target harga Rp 38.000.

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.