Daftar Isi
Analis JPMorgan Soroti Perbedaan Arus Dana ETF Bitcoin dan Emas Sejak Konflik Iran
Para analis dari JPMorgan mengungkap adanya perubahan signifikan pada aliran dana investor di pasar Exchange Traded Fund (ETF) sejak konflik yang melibatkan Iran memanas pada akhir Februari 2026. Perubahan tersebut terlihat dari pergerakan dana yang berpindah antara ETF berbasis emas dan ETF berbasis Bitcoin.
Berdasarkan laporan yang dikutip dari The Block, ETF emas terbesar di dunia yaitu SPDR Gold Shares (GLD) tercatat mengalami penarikan dana sekitar 2,7% dari total aset kelolaannya sejak konflik dimulai. Sebaliknya, ETF Bitcoin spot terbesar milik BlackRock, yakni iShares Bitcoin Trust (IBIT), justru mencatat arus masuk dana sekitar 1,5% dalam periode yang sama.
Laporan tersebut disampaikan oleh tim analis JPMorgan yang dipimpin Direktur Pelaksana Nikolaos Panigirtzoglou pada laporan riset terbaru yang dirilis pekan ini.
Perubahan Tren Sejak Akhir Februari
Perbedaan arus dana yang terjadi sejak 27 Februari tersebut secara efektif membalikkan tren yang sebelumnya terjadi sepanjang tahun 2025, ketika ETF emas sempat mengungguli ETF Bitcoin dalam hal aliran investasi.
Meski begitu, dominasi ETF emas yang terlihat pada kuartal keempat 2025 masih tetap tercatat sebagai periode dengan performa kuat bagi instrumen berbasis logam mulia tersebut.
Investor Sempat Beralih dari Bitcoin ke Emas
Para analis juga menyoroti bahwa sejak Oktober tahun lalu terjadi rotasi investasi dari Bitcoin menuju emas, terutama di kalangan investor ritel. Dalam periode tersebut, dana yang masuk ke IBIT sempat mengalami penurunan signifikan, sementara GLD justru menerima arus dana yang cukup besar.
Namun jika dilihat dalam jangka waktu yang lebih panjang, ETF Bitcoin masih menunjukkan keunggulan dibandingkan ETF emas. Menurut JPMorgan, total dana yang masuk ke IBIT sejak 2024 hampir dua kali lebih besar dibandingkan dengan arus investasi yang diterima GLD.
Aset Kelolaan Sempat Hampir Seimbang
Analis juga mencatat bahwa nilai aset yang dikelola oleh IBIT sempat hampir menyamai GLD pada pertengahan tahun lalu. Namun selisih kembali melebar setelah harga Bitcoin mengalami koreksi pasar yang dimulai pada Oktober.
Penurunan harga tersebut membuat nilai aset dalam ETF Bitcoin ikut tertekan, sehingga jarak dengan ETF emas kembali meningkat.
Investor Institusi Kurangi Eksposur Bitcoin
Dalam beberapa bulan terakhir, posisi investor institusional juga menunjukkan perubahan sikap terhadap Bitcoin. Minat untuk melakukan posisi jual jangka pendek pada IBIT meningkat, sementara tekanan jual pada GLD justru berkurang.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa sebagian hedge fund dan investor institusi mulai mengurangi eksposur terhadap Bitcoin dan beralih pada emas sebagai aset lindung nilai.
Meski demikian, tingkat short interest IBIT secara keseluruhan masih lebih rendah dibandingkan GLD. Menurut analis, hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh sejarah emas yang jauh lebih panjang sebagai aset investasi serta tingkat adopsi institusional yang lebih mapan.
Aktivitas Opsi Tunjukkan Sikap Lebih Hati-hati
Perdagangan opsi juga memperlihatkan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap Bitcoin. Rasio open interest put-to-call pada IBIT kini berada di atas GLD dan telah bertahan lebih tinggi sejak November lalu.
Situasi tersebut menandai periode pertama di mana opsi ETF Bitcoin menunjukkan permintaan perlindungan terhadap potensi penurunan harga yang lebih besar dibandingkan ETF emas.
Rasio put-to-call yang tinggi menandakan investor lebih banyak membeli opsi put sebagai bentuk perlindungan dibandingkan opsi call yang biasanya digunakan untuk berspekulasi pada kenaikan harga.
Para analis menilai tren ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan investor institusional untuk melindungi portofolio mereka dari kemungkinan penurunan harga Bitcoin.
Selain itu, meningkatnya penggunaan strategi opsi pada IBIT juga menandakan perubahan dalam struktur pasar kripto, di mana investor mulai beralih dari strategi spekulatif sederhana menuju pendekatan lindung nilai yang lebih kompleks.
Volatilitas Emas Justru Meningkat
Meskipun beberapa indikator menunjukkan sentimen positif terhadap emas, tidak semua sinyal pasar mendukung logam mulia tersebut.
Volatilitas tersirat pada opsi GLD tercatat meningkat lebih tajam dibandingkan IBIT dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini mengindikasikan bahwa pelaku pasar memperkirakan pergerakan harga emas akan lebih fluktuatif ke depan.
Selain itu, indikator likuiditas pasar juga menunjukkan tanda pelemahan pada ETF emas. JPMorgan menyoroti kenaikan rasio Hui-Heubel, sebuah indikator yang digunakan untuk mengukur likuiditas dan kedalaman pasar, yang menandakan partisipasi investor pada GLD mulai berkurang.
Volatilitas Bitcoin Justru Menurun
Di sisi lain, volatilitas Bitcoin justru menunjukkan tanda penurunan. Menurut analis, kondisi ini kemungkinan dipengaruhi oleh meningkatnya kepemilikan institusional serta likuiditas pasar yang semakin kuat.
Situasi tersebut dianggap sebagai salah satu faktor yang membantu menstabilkan pergerakan harga Bitcoin dalam beberapa waktu terakhir.
JPMorgan Tetap Optimistis terhadap Bitcoin
Terlepas dari dinamika pasar saat ini, JPMorgan tetap mempertahankan pandangan positif terhadap prospek kripto untuk jangka panjang.
Dalam laporan sebelumnya, analis bank tersebut bahkan menetapkan target harga jangka panjang Bitcoin di kisaran USD 266.000 per koin atau sekitar Rp4,5 miliar dengan asumsi kurs Rp16.950 per dolar AS.
Target tersebut dihitung menggunakan pendekatan perbandingan nilai Bitcoin terhadap emas dengan penyesuaian tingkat volatilitas kedua aset.
Disclaimer:
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Lakukan riset dan analisis secara menyeluruh sebelum membeli atau menjual aset kripto. Penulis tidak bertanggung jawab atas potensi keuntungan maupun kerugian yang timbul dari keputusan investasi yang diambil.

Tekno Advisor | Teknologi, Hosting, Keuangan, Trading dan Forex Media Berita Teknologi, Review Smartphone, Laptop, Komputer ,Gratis Download Games, Aplikasi, Software,Video Tutorial,Tips Trik Internet Hack, Keuangan, Domain dan Hosting