Tips Olah Raga Yang Harus Dilakukan Berdasarkan Usia

Tidak dapat dipungkiri kalau ingin mendapatkan badan yang sehat dan ideal hendaknya selain menjaga apa yang dimakan juga dengan rutin berolah raga.

Namun olah raga yang dilakukan hendaknya disesuaikan dengan usia masing-masing orang.

Pada usia muda sampai batasan usia 25 tahun, kita masih dapat melakukan olahraga yang berat.

Hal ini dikarenakan jika semakin berat latihan yang dilakukan maka tubuh kita akan lebih banyak menghasilkan oksigen aktif (radikal bebas) yang membahayakan bagi tubuh.

Bagi usia muda sampai 25 tahun, mereka masih memproduksi superoksida dismutase (SOD) yang dapat menetralkan oksigen aktif yang dihasilkan.

Pada usia 25, perkembangan otak kita selesai, tanpa alasan yang diketahui penyimpanan SOD dalam tubuh kita pun tiba-tiba berhenti.

Oleh karena itu sebaiknya kita melatih tubuh dan membangun otot jauh sebelum usia 25, pada saat otak kita masih berkembang.

Akan tetapi anggapan bahwa kita sama sekali tidak boleh melatih tubuh diatas usia 25 juga keliru, pada usia diatas 25 keatas sebisa mungkin menghindari olah raga berat, lebih cenderung melakukan olah raga ringan untuk membakar lemak dan membebaskan banyak hormon kebahagiaan.

Hormon kebahagiaan yang dihasilkan dari berolah raga dapat menetralkan kerusakan akibat oksigen aktif dan mempertahankan keremajaan otak.

Banyak kita jumpai para olahragawan yang meninggal muda dan tidak berumur panjang, hal ini dikarenakan mereka terlalu berlatih keras melampaui batasan yang ada.

Berikut ukuran frekuensi denyut jantung yang harus diperhatikan:

  • Frekuensi denyut jantung maximal untuk pria = 209 – 0.69 x usia
  • Frekuensi denyut jantung maximal untuk wanita = 205 – 0.75 x usia

Secara idealnya kegiatan olah raga yang baik menghasilkan denyut sasaran senilai 75% dari frekuensi denyut jantung maksimal.

Beban yang lebih berat memang membangun masa otot, tetapi pada akhirnya akan meracuni dan merusak tubuh yang bersangkutan dengan oksigen aktif yang dihasilkan.

Dengan demikian bijaksanalah dalam berolah raga, sesuai dengan usia.

Utamakan dalam membangun masa otot tetapi dengan memperhatikan rumusan denyut jantung maximal.

Untuk orang yang sudah berusia lanjut disarankan untuk berolah raga dengan berjalan kaki dan melakukan peregangan saja, lakukan secara rutin dan tentu saja tetap memperhatikan asupan gizi yang dikonsumsi.

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.