Arus Listrik Mobil Sering Tidak Stabil? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Akumulator atau aki (bahasa Inggris: accumulator atau accu) adalah sebuah alat yang dapat menyimpan energi (umumnya energi listrik dalam bentuk energi kimia). Pada umumnya di Indonesia, kata akumulator (sebagai aki atau accu) hanya dimengerti sebagai “baterai” mobil atau aki mobil. Sedangkan di bahasa Inggris, kata akumulator dapat mengacu kepada baterai, kapasitor, kompulsator, dll. Aki listrik (juga dikenal sebagai “sel sekunder”) menyimpan energi listrik dalam bentuk energi kimia. Di akumulator timbal setiap satu sel memiliki tegangan sebesar 2 volt, sehingga aki 12 volt memiliki 6 sel, sedangkan aki 24 volt memiliki 12 sel. Di aki NiCd setiap satu sel memiliki tegangan sebesar 1.2 volt saja.

Memiliki sebuah mobil tidak hanya merawat bagian mesin saja, namun juga perlu memperhatikan sistem kelistrikan mobil. Komponen yang satu ini juga tidak kalah penting, sebab kalau sudah rusak mobil akan sulit dinyalakan. Terkadang, kelistrikan mobil yang jarang dicek dan dirawat sering menimbulkan sejumlah gangguan, salah satunya sistem arus listrik yang tidak stabil. Hal ini biasanya muncul dengan berbagai tanda-tanda seperti intensitas cahaya dari lampu tidak stabil.

Apabila mobil kamu sudah mulai menunjukkan tanda-tanda arus listrik mulai tidak stabil, sebaiknya segera diperiksa agar mengetahui sumber masalahnya. Dikutip dari Daihatsu, ada empat bagian pada mobil yang perlu dicek jika arus listrik mulai tidak stabil.

1. Aki Mobil Lemah

Fungsi aki adalah menyimpan dan mengalirkan arus listrik sesuai dengan kebutuhan komponen mobil. Saat kondisi aki mulai lemah atau tidak stabil, maka tegangan yang dibutuhkan jadi tidak mumpuni, alhasil terjadi gangguan fungsi pada komponen yang membutuhkan aliran listrik saat digunakan.

2. Alternator Rusak

Selain aki yang mulai lemah, penyebab lain kelistrikan mobil sudah tidak stabil adalah alternator yang rusak. Fungsi alternator sebenarnya adalah sebagai penghasil energi listrik. Jika fungsinya rusak, kondisi ini menyebabkan penggunaan daya menjadi lebih besar dari pemakaian yang dibutuhkan. Dampaknya dapat memicu aki jadi cepat habis alias tekor. Ciri-ciri alternator yang sudah rusak bisa dilihat dari lampu indikator aki yang menyala. Lampu yang pada umumnya terletak di dashboard mobil menandakan terjadi kerusakan pada dinamo ampere. Apabila lampu ini menyala dan tidak ada masalah pada aki, berarti kerusakan terjadi di alternator. Ciri-ciri yang kedua adalah munculnya bau hangus. Hal itu bisa jadi akibat gesekan karena belt yang tidak terpasang dengan baik. Jika kamu mencium bau hangus dari alternator, segera bawa mobil ke bengkel terdekat. Tanda-tanda alternator sudah rusak adalah terdengar bunyi decitan dari ruang mesin, ini menandakan kalau posisi pulley tidak sejajar dan membuat belt alternator jadi melintir.

3. Periksa Kabel Penghubung

Arus listrik yang tidak stabil juga bisa disebabkan oleh kabel yang kurang kencang atau bahkan sudah tidak berfungsi dengan baik. Hal itu bisa memicu arus listrik tidak mengalir secara optimal. Perhatikan juga kabel-kabel yang menghubungkan aki dengan komponen lain. Apabila kondisi kabel sudah rusak atau terlihat mulai usang, lebih baik segera ganti dengan yang baru.

4. Voltage Regulator

Penyebab terakhir arus listrik mulai tidak stabil karena terjadi kerusakan pada voltage regulator. Komponen ini cukup berbahaya jika terjadi kerusakan, sebab punya fungsi untuk menjaga tegangan dan kestabilan listrik. Jika sudah rusak dan tidak segera diperbaiki, risikonya bisa memicu kebakaran karena tidak ada penahan arus listrik yang mengalir.

Sekian dan terimakasih, semoga bermanfaat

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.