Mengenal Teknologi 5G

Teknologi 5G merupakan jaringan seluler generasi kelima yang di mana kecepatan internetnya mencapai 20 kali lipat dari teknologi 4G atau generasi sebelumnya seperti yang telah dijanjikan oleh Qualcomm. Pria kebangsaan Jerman bernama Michael Lamke, dia adalah sosok penemu jaringan 5G yang sudah melakukan penelitian sejak tahun 2016 silam, yang berlokasi di University of Technology, Jerman.

Di Indonesia sendiri teknologi 5G ini pertama kali dikenalkan oleh Telkomsel pada bulan Mei 2021 dan diikuti oleh Indosat di bulan Juni 2021. Sayangnya penyebaran teknologi ini di Indonesia terkesan lambat karena hanya tersedia dikota tertentu yakni seperti Jakarta, Bandung, Tangerang, Surabaya, Medan, Balikpapan, dan yang terakhir Makassar.

Bahkan keterbatasan teknologi 5G ini bisa dirasakan oleh YouTubers terkenal bernama Allesa dari channel YouTube K2G. Ia mengaku belum bisa merasakan jaringan 5G meski tinggal di wilayah Jakarta. Keterbatasan ini akibat ketersediaan frekuensi untuk menggelar sinyal 5G yang kurang dan infrastruktur yang belum memadai, bahkan dikabarkan tahun 2022 ini operator belum ingin memaksimalkan layanan 5G karena kurangnya infrastruktur. Jika operator memaksakan untuk menggelar layanan 5G dengan pita frekuensi yang dimiliki saat ini, layanan 5G tidak mungkin optimal dan sebaliknya justru merugikan pelanggan yang menggunakan 4G.

Berikut adalah beberapa keuntungan menggunakan jaringan 5G:

Koneksi Internet Lebih Cepat
Tujuan utama teknologi 5G diciptakan yakni untuk mempercepat jaringan internet teknologi ini dikatakan dapat 20 kali lebih cepat dibanding generasi sebelumnya serta membuat produktifitas sehari-hari meningkat.

Mendukung Cloud Gaming
Jaringan 5G memiliki latensi rendah yang di mana ketika digunakan bermain game, latensi rendah menghilangkan jeda waktu saat transmisi data yang menciptakan peningkatan tindakan di dalam game semakin cepat karena didukung latensi rendah jaringan 5G.

Baca Juga :   ICT Watch: Penggunaan Teknologi Harus Diimbangi Literasi Digital

Mendukung Smart Surveillance
Smart Surveillance ini dapat memindai objek secara cepat dan tentunya memiliki kualitas gambar HD, Smart Surveillance ini dapat digunakan untuk memantau keamanan dan lalu lintas serta bisa diimplementasikan untuk industri logistik dan transportasi cara penggunaannya yakni untuk memantau operasi atau pergerakan.

Mendukung teknologi Mixed Reality
Teknologi Mixed Reality yakni membuat tampilan virtual tampak seperti nyata, tampilan virtual yang dimaksud bisa berupa hologram atau dikombinasikan dengan kacamata pintar. Teknologi ini bisa dimanfaatkan pemerintah untuk penataan perkotaan karena bisa mencocokkannya desain mereka dengan tampilan nyata.

Teknologi Virtual Reality (VR)
Immersive Collaboration adalah sambungan layanan ultra broadband untuk memungkinkan kolaborasi tanpa batas antara pelaku bisnis di berbagai lokasi untuk saling bekerja sama. Sistem ini dipastikan didukung teknologi fixed wireless access. Fixed wireless access sendiri dapat memberikan akses cepat untuk penyajian gambar VR dengan kualitas tinggi dan konferensi video tanpa gangguan.

Cakupan Area Lebih Jauh
Dikabarkan jangkauan jaringan 5G lebih luas dibandingkan WiFi, ini sangat berguna untuk industri 4.0 pada sektor logistik karena koneksi ini dapat memonitor mobilitas.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.