Apa Itu Game AAA? Simak Klasifikasi Game yang Wajib Kamu Tahu

Industri game telah menyumbang perputaran uang yang cukup masif di dunia hiburan. Faktanya, berdasarkan laporan dari laman Finance Online, jumlah gamer di dunia ada sebanyak 2,8 miliar orang. Mereka telah memainkan peran cukup krusial di industri game karena sudah menghasilkan pasar game dunia sebesar 189,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp2,7 kuadriliun pada 2021.

Karena game merupakan industri besar, mereka juga diklasifikasikan berdasarkan berbagai macam faktor. Hal ini sepintas memang terlihat mirip dengan apa yang dilakukan banyak orang dalam industri perfilman dunia. Pengelompokan dan klasifikasi macam ini dibutuhkan untuk menentukan pemilihan bagi konsumen, dalam hal ini adalah gamer.

So, sebagai gamer, kamu wajib mengetahui beberapa klasifikasi game di dunia. Apa saja, ya?

1. Game AAA

AAA atau triple A adalah klasifikasi yang diberikan bagi game kelas atas. Artinya, game tersebut dibuat dengan bujet tinggi dan bisa mencapai di atas Rp1 triliun. Karena game ini membutuhkan biaya mahal, biasanya game AAA memang hanya dibuat dan diterbitkan oleh perusahaan-perusahaan raksasa.

Kendati tidak mutlak, game AAA biasanya memiliki kualitas grafik terbaik ditambah dengan plot cerita yang kompleks. Mekanisme permainannya pun dibuat intens dan bonafide. Perusahaan pasar digital G2A dalam lamannya menyatakan bahwa konsep klasifikasi AAA dalam industri game sebetulnya bukanlah sebuah pengelompokan yang formal. Dalam dunia perfilman, mungkin istilah ini merujuk pada blockbuster.

Perusahaan AAA dalam industri game di antaranya Bethesda, Ubisoft, Sony, Xbox Game Studios, Activision, Sega, Electronic Arts, SQUARE ENIX, Nintendo, Bioware, dan Rockstar. Sementara itu, judul game yang termasuk AAA di antaranya Resident Evil, FINAL FANTASY, The Legend of Zelda, Grand Theft Auto, God of War, Total War, Mass Effect, The Elder Scrolls, ELDEN RING, dan The Witcher.

Baca Juga :   Game Strategi Mac Terbaik 2021 ,Wajib Instal ni!

2. Game AA

Sebetulnya, AA juga bukanlah peringkat formal dalam industri game. Namun, klasifikasi ini sudah menjadi sebuah standar umum bagi mayoritas gamer di seluruh dunia. Jangan salah, meskipun bujet yang dianggarkan tidak sebesar game AAA, kelas AA juga bisa tampil sangat bagus dan tak jarang mereka meraih berbagai macam penghargaan.

Grafik, plot cerita, dan gameplay yang disuntikkan oleh developer juga dianggap setara dengan developer sekelas AAA. Hebatnya lagi, karya-karya mereka pun juga banyak dirilis untuk berbagai macam platform, seperti Microsoft Windows (PC), konsol PlayStation, Xbox, bahkan Nintendo.

Developer hebat yang masuk dalam kelas ini adalah Asobo Studio, Ember Lab, Artificial Mind, Project Aces, Remedy Entertainment, dan Ninja Theory. Nah, beberapa judul game besar yang dianggap AA di antaranya Kena: Bridge of Spirits, A Plague Tale: Innocence, Hellblade: Senua’s Sacrafice, Control, dan Ace Combat.

3. Game III

Game III adalah klasifikasi yang lebih sederhana dari dua kelas di atasnya. Namun, game ini digarap dan dirilis secara profesional oleh perusahaan maupun perorangan. Ciri khas dari game ini biasanya berharga murah, tapi gak murahan. Meskipun grafiknya terlihat sederhana, gaya permainan dan narasi yang dihadirkan sudah cukup baik dan bisa diterima siapa saja.

Eric Barone, Sickhead Games, Supergiant Games, dan Mojang adalah sederet nama terkenal yang telah menciptakan judul game III terbaik. Jika pernah memainkan Minecraft, Stardew Valley, Hades, dan Ori and the Blind Forest, berarti kamu sudah tahu bagaimana asyiknya memainkan game dalam klasifikasi III. Oh, ya, jangan lupakan juga Plant vs. Zombies dan Angry Bird yang awalnya termasuk game III, tapi kini menjelma jadi waralaba besar.

Baca Juga :   Game Android Offline Terbaik Yang Wajib Kamu Download!

4. Game indie

Game indie bukan berarti jelek. Sebaliknya, ada begitu banyak game indie yang punya kualitas jempolan karena digarap dengan serius. Secara umum, game dengan klasifikasi indie merupakan karya yang dibuat secara mandiri oleh perorangan. Kendati demikian, banyak game indie yang dirilis ke pasaran secara profesional, bahkan melibatkan distributor kelas dunia.

Judul-judul terkenal yang tergolong indie adalah Valheim, Death’s Door, Among Us, Loop Hero, dan Disco Elysium. Namun, tak menutup kemungkinan game kelas III juga dimasukkan ke dalam kelompok indie, misalnya Stardew Valley dan Hades. Bujet atau modal yang dikeluarkan oleh kelompok indie memang jauh lebih kecil dibandingkan dengan kelas AAA dan AA.

5. Game shovelware

Shovelware adalah sebutan untuk game dengan klasifikasi sederhana. Artinya, kebanyakan dari game di kelas ini memang dibuat dengan bujet dan profesionalisme yang tidak setinggi kelompok lainnya. Bahkan, dalam beberapa kasus, game shovelware hanya dibuat sekadarnya tanpa memikirkan kualitas sama sekali.

Akan tetapi, kadang game murah yang tergolong shovelware juga bisa dikatakan cukup baik. Tengok saja game berjudul Ninjabread Man, Anubis, Action Girlz Racing, dan RPG Maker generasi lawas yang sudah sempat menghiasi dunia gaming di konsol PS1 dan PS2. Mirip dengan indie, biasanya game shovelware dibuat dan dirilis oleh perorangan.

Nah, kamu sudah mengetahui berbagai macam klasifikasi industri game. Perlu diingat bahwa tidak selamanya game AAA itu bagus atau game indie itu jelek. Sebaliknya, game dibuat berdasarkan kompleksitas dan selera dari gamer itu sendiri.

 

 

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.