Teknologi Modern Nissan Leaf, Sedan Listrik Terlaris di Dunia

Mobil listrik Tesla disebut-sebut sebagai mobil listrik terlaris di dunia. Siapa sangka mobil listrik terlaris di dunia sebenarnya ada di tangan Nissan, produsen mobil dari Negeri Matahari Terbit yang terkenal di Indonesia dengan produk Nissan Serena dan Nissan Grand Livina.

Pasalnya, sedan listrik Nissan Leaf terjual lebih dari 430.000 unit di seluruh dunia. Hanya di Indonesia mobil ini mulai dijual pada tahun 2020. Apa saja teknologi modern kendaraan listrik Jepang ini?

1. Teknologi ePedal

Teknologi ePedal, milik sedan listrik Nissan Leaf, memungkinkan pengemudi mengemudikan mobil dengan satu pedal. Mengapa ini mungkin? Karena saat pedal akselerator diangkat, mesin mengerem secara otomatis.

Menurut keterangan di situs resmi Nissan Indonesia, sistem pengereman bekerja penuh saat pedal akselerator dilepas sepenuhnya. Rem berhenti bekerja ketika pedal akselerator ditekan lagi. Teknologi ePedal dari Nissan Leaf diklaim dapat mengurangi pengurasan baterai.

2. Teknologi ProPILOT

Teknologi modern lain yang diusung oleh Nissan Leaf adalah ProPILOT. Teknologi ini terasa seperti mengendarai mobil dari masa depan karena mobil dapat mengontrol kemudinya sendiri. Oh ya, teknologi ProPilot hanya bisa diaktifkan di jalan bebas hambatan saja ya.

Selain itu, mobil listrik Nissan Leaf juga dilengkapi teknologi ProPILOT Park, yang ketika diaktifkan akan membuat mobil mengarahkan arahnya sendiri ke tempat parkir. Teknologi ini membuat parkir lebih mudah bagi kamu, terutama saat parkir secara paralel.

3. Memiliki 4 mode berkendara

Sebagai sedan listrik modern, Nissan Leaf dilengkapi dengan transmisi cerdas dengan empat mode berkendara, yaitu Driving Mode, ECO, B-Mode, B-Mode with ECO dan S (Sport).

Baca Juga :   Apple Kantongi Hak Paten Baru Terkait Teknologi Layar

Nissan mengklaim keempat mode berkendara tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan berkendara masyarakat modern. Performa terbaik Nissan Leaf bisa digunakan dalam mode “S”. Jika ingin mengoptimalkan performa baterai Nissan Leaf, cukup gunakan mode “ECO”.

4. Dibekali e-powertrain canggih

Mobil listrik tidak bisa melaju terlalu jauh karena keterbatasan daya baterai? Tentu saja anggapan ini salah. Nissan Leaf seharusnya mampu menempuh jarak 400 km dengan baterai yang terisi penuh.

Jarak tempuh yang begitu jauh dapat dicapai dengan menggunakan EM57 e-powertrain dengan baterai lithium-ion 40 kWh. Drive train sedan listrik terlaris ini mampu memberikan performa yang luar biasa dengan sedikit konsumsi energi. Motor listriknya menghasilkan 148 hp dan torsi 320 Nm pada 3.200 rpm.

Nissan mengklaim bahwa Nissan Leaf dapat berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam hanya dalam 7,9 detik.

5. Kepala unit yang cerdas

Berbeda dengan mobil “konvensional”, mobil listrik Nissan Leaf ini memiliki head unit 7 yang canggih. Di dalam head unit terdapat fungsi power meter, fungsi Safety Shield, sistem navigasi dan juga fungsi Apple Carplay untuk menghubungkan head unit dengan smartphone iPhone. Jika kamu pengguna smartphone Android, jangan khawatir, head unit Nissan Leaf juga bisa dengan mudah dihubungkan ke smartphone kamu.

Itulah lima teknologi modern yang dibawa oleh mobil listrik Nissan Leaf. Dengan semua teknologi modern tersebut, berapa harga yang dibanderol Nissan Leaf setelah diluncurkan di Indonesia? Jika melihat harga resmi sedan listrik ini di Jepang, harganya di Indonesia berkisar Rp400-500 juta. Sedan listrik terlaris di dunia ini masih CBU, harga yang diminta di Indonesia kemungkinan akan cukup tinggi. Namun, itu masih sebanding dengan teknologi yang kamu dapatkan.

Baca Juga :   Mengenal Teknologi 5G

 

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.