Apple Kantongi Hak Paten Baru Terkait Teknologi Layar

Apple baru saja memiliki paten baru untuk teknologi yang memungkinkan gawai iPhone dapat digunakan untuk mengetik di tengah hujan dengan lebih optimal. Paten tersebut dikeluarkan oleh Kantor Paten dan Merek Dagang AS yang menyebutkan teknologi tersebut dapat memodifikasi fungsionalitas perangkat elektronik karena paparan kelembapan.

Mengutip Phone Arena, Selasa (5/7/2022), memang sudah banyak ponsel yang mengantongi sertifikasi tahan air namun bukan berarti itu membuatnya mudah untuk mengetik di layar yang basah atau dengan jari yang basah. Dengan paten baru itu, Apple berencana untuk menyesuaikan layar iPhone dengan kelembapan apakah itu hujan ringan, basah kuyup yang terus-menerus, atau jika handset digunakan di bawah air.

Kontrol di layar dapat berubah sesuai dengan tombol yang dipilih pengguna sehingga pengetikan bisa lebih akurat ketika layar dalam kondisi basah.Apple juga nampaknya akan menyesuaikan tekanan jari dengan layar dalam skema penggunaan di saat hujan.

Tidak hanya saat hujan, nantinya teknologi ini juga memungkinkan penggunaan ponsel di dalam air dengan lebih baik.Nantinya Apple akan memberikan keterangan kedalaman air tempat perangkat berada sehingga pengguna bisa tetap menyesuaikan penggunaan sesuai dengan batas ketahanan air perangkat tersebut.

Mungkin saja paten ini lebih cocok untuk ponsel yang tidak terlalu memiliki layar lebar sehingga penggunaannya lebih mudah dan tidak membuat pengguna bingung.Belum dipastikan teknologi ini akan muncul dalam perangkat terbaru Apple dalam waktu dekat atau tidak.

 

Xiaomi Pindahkan Basis Produksi Smartphone di Vietnam

Pembuat smartphone China Xiaomi mulai mengirimkan batch pertama produk buatan Vietnam. Hal ini dilakukan guna meningkatkan efisiensi pengiriman di pasar Asia Tenggara dan mengurangi biaya logistik.

Pandemi Covid-19 menyebabkan biaya pengiriman di pasar Asia Tenggara meningkat. Selain itu, dalam beberapa tahun terakhir, biaya logistik juga meningkat. Juru bicara Xiaomi mengatakan, untuk mengatasi masalah ini, perusahaan telah bergabung dengan mitranya dalam menerapkan lokalisasi produksi.

Baca Juga :   BRIN Akan Segera Punya 4 Kawasan Sains dan Teknologi

Handset Xiaomi yang diproduksi di Vietnam akan dikirim secara lokal dan ke negara-negara Asia Tenggara lainnya, termasuk Malaysia dan Thailand. Langkah tersebut dilakukan saat China dan Vietnam berusaha memperluas kerja sama bilateral.

Analis teknologi Ma Jihua mengatakan menyiapkan jalur produksi di Vietnam atau pasar Asia Tenggara lain dapat meningkatkan efisiensi biaya. “ASEAN telah menjadi mitra dagang terbesar China dan kerja sama industri yang semakin erat antara China dan ASEAN akan menjadi tren jangka panjang bagi banyak industri, termasuk smartphone,” kata Ma.

Dilansir Global Times, Rabu (6/7/2022), bersamaan dengan peningkatan industri China, beberapa industri padat karya telah mulai pindah ke Vietnam dan negara-negara lain yang dimulai dengan produsen sepatu, pakaian, dan furnitur. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah produsen produk elektronik juga melihat langkah ini. Salah satu produsen panel surya terkemuka di China, Trina Solar ikut mendirikan lini produksi di Vietnam pada awal tahun 2017.

Menurut Ma, terlepas dari keunggulan Vietnam dalam sumber daya tenaga kerja, lokasi dan aspek lainnya, kapasitasnya untuk melakukan produksi dari China sejauh ini terbatas, mengingat ketergantungannya pada China untuk pasokan peralatan inti dan suku cadang tertentu. Investasi asing langsung ke Vietnam tumbuh sebesar 7,8 persen tahun-ke-tahun dalam lima bulan pertama tahun 2022, angka tertinggi dalam lima tahun.

Pengiriman Ponsel Samsung Turun Hingga 16 Persen

Samsung Electronics akan mempublikasikan laporan keuangan kuartal kedua (Q2) akhir pekan ini. Analis memperkirakan adanya kenaikan laba operasional 15,6 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Perkiraan tersebut terlepas dari penurunan penjualan elektronik konsumen. Pada periode April-Juni, pengiriman smartphone turun menjadi sekitar 61 juta unit, 16 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Ini akan menghasilkan 2,6 triliun won Korea Selatan laba operasi atau 2 miliar dolar AS yang 600 miliar won Korea Selatan lebih rendah dari tahun lalu.

Baca Juga :   Teknologi Modern Nissan Leaf, Sedan Listrik Terlaris di Dunia

Selain itu, bisnis panel layar Samsung juga mengalami penurunan permintaan. Prediksnya, laba operasional turun dari 1,3 triliun won Korea Selatan pada tahun lalu menjadi 1 triliun won Korea Selatan atau 760 juta dolar AS. Home appliances mengalami penurunan yang lebih besar dengan laba operasional akan turun setengahnya menjadi 500 miliar won Korea Selatan.

Meski begitu, bisnis chip Samsung menghasilkan keuntungan yang meningkat. Itu tidak lebih dari sekadar menutupi permintaan yang lebih rendah untuk produk konsumen. Analis mememperkirakan adanya peningkatan 42 persen dan laba operasional sebesar 9,8 triliun won Korea Selatan atau 7,5 miliar dolar AS. Pengiriman chip DRAM naik 9 persen dan permintaan chip flash NAND meningkat 2 persen dibandingkan tahun lalu.

Secara total, penjualan Samsung Q2 diperkirakan mencapai 76,8 triliun won Korea Selatan atau 58,4 miliar dolar AS, naik 20,5 persen dan laba operasional sebesar 14,5 triliun won Korea Selatan atau 11 miliar dolar AS, naik 15,6 persen dibandingkan dengan Q2 2021. Sementara itu, untuk laporan resmi dari Samsung akan dikeluarkan pada Kamis.

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.